Kamis, 14 November 2013

senyawa aromatik



SENYAWA AROMATIK
Benzena merupakan suatu anggota dari kelompok besar senyawa aromatik, yakni senyawa yang cukup distabilkan oleh delokalisasi elektron-pi. Energi resonansi suatu senyawa aromatik merupakan uluran diperolehnya kestabilan.
Cara paling mudah untuk menentukan apakah suatu senyawa itu aromatik ialah dengan menentukan posisi absorpsi dalam mspektrum nomor oleh proton yang terikat pada atom-atom cincin. Proton yang terikat ke arah luar cincin aromatik sangat kuat terperisai dan menyerap jauh ke bawah-medan dibandingkan kebanyakan proton, biasanya lebih dari 7 ppm.

SENYAWA AROMATIS DAN STRUKTURNYA
Yang termasuk senyawa aromatis adalah
      ·        Senyawa benzena
      ·          Senyawa kimia dengan sifat kimia seperti benzena

BENZENA
Benzena dan Turunannya Senyawa benzena pertama kali disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825, dari gas yang dipakai sebagai bahan bakar lampu penerang.Sepuluh tahun kemudian diketahui bahwa benzena memiliki rumus molekul C6H6  sehingga disimpulkan bahwa benzena memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena.
Dari residu berminyak yang tertimbun dalam pipa induk gas di London. Saat ini sumber utama benzena, benzena tersubtitusi dan senyawa aromatic adalah petroleum : sebelumnya dari ter batubara hamper 90% senyawa aktif bahan obat adalah senyawa aromatik : rumus  struktur mempunyai inti benzena.
a.       Struktur Benzena
Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena.  Ikatan rangkap pada alkena dapat mengalami reaksi adisi, sedangkan ikatan rangkap pada benzena tidak dapat diadisi, tetapi benzena dapat bereaksi secara substitusi. Contoh:
Reaksi adisi                 : C2H4 + Cl2 --> C2H4Cl2
Reaksi substitusi         : C6H6 + Cl2 --> C6H5Cl  + HCl
Menurut Friedrich August Kekule, keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°. Ikatan antaratom karbon adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian (terkonjugasi).
 Analisis sinar-X terhadap struktur benzena menunjukkan bahwa panjang ikatan antaratom karbon dalam benzena sama, yaitu 0,139 nm. Adapun panjang ikatan rangkap dua C=C adalah 0,134 nm dan panjang ikatan tunggal C–C adalah 0,154 nm. Jadi, ikatan karbon-karbon pada molekul benzena berada di antara ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal. Hal ini menggugurkan struktur dari Kekule.

SIFAT FISIK SENYAWA AROMATIK:
               Berupa cairan
               Titik didih 80C
               Tak berwarna
               Tak larut dalam air
               Larut dalam kebanyakan pelarut organik
               Mudah terbakar dengan nyala yang berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi).

SIFAT KIMIA SENYAWA AROMATIK :
  • Bersifat bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut, hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
  • Merupakan senyawa nonpolar
  • Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
  • Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi.



Titik didih dan leleh lihat tabel berikut:
No.
Nama
Titik Leleh
Titik Didih
1
BENZENA
5,5
80
2
TOLUENA
- 95
111
3
o-XILENA
- 25
144
4
m-XILENA
- 48
139
5
p-XILENA
13
138


KEGUNAAN DAN DAMPAK BENZENA DALAM KEHIDUPAN
a.       Kegunaan
·  Benzena digunakan sebagai pelarut.
·  Benzena juga digunakan sebagai prekursor dalam pembuatan obat, plastik, karet buatan dan pewarna.
·   Benzena digunakan untuk menaikkan angka oktana bensin.
·  Benzena digunakan sebagai pelarut untuk berbagai jenis zat. Selain itu benzena juga digunakan sebagai bahan dasar membuat stirena (bahan membuat sejenis karet sintetis) dan nilon–66.
·  Asam Salisilat
Asam salisilat adalah nama lazim dari asam o–hidroksibenzoat. Ester dari asam salisilat dengan asam asetat digunakan sebagai obat dengan nama aspirin atau asetosal.
      ·        Asam Benzoat
Asam benzoat digunakan sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan.
      ·        Anilina
Anilina merupakan bahan dasar untuk pembuatan zat-zat warna diazo. Reaksi anilina dengan asam nitrit akan menghasilkan garam diazonium, dan proses ini disebut diazotisasi.
      ·        Toluena
Kegunaan toluena yang penting adalah sebagai pelarut dan sebagai bahan baku pembuatan zat peledak trinitrotoluena (TNT)
      ·        StirenaJika stirena mengalami polimerisasi akan terbentuk polistirena, suatu jenis plastik yang banyak digunakan untuk membuat insulator listrik, bonekaboneka, sol sepatu, serta piring dan cangkir.
      ·        Benzaldehida
Benzaldehida digunakan sebagai zat pengawet serta sebagai bahan baku pembuatan parfum karena memiliki bau yang sedap.
      ·        Natrium Benzoat
Seperti asam benzoat, natrium benzoat juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan dalam kaleng.
      ·        Fenol
Fenol (fenil alkohol) dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan nama karbol atau lisol, dan dipergunakan sebagai zat disinfektan (pembunuh bakteri) karena dapat menyebabkan denaturasi protein.

b. Dampak nya :
1.      Benzena sangat beracun dan menyebabkan kanker (karsinogenik).
2.       Benzena dapat menyebabkan kematian jika terhirup pada konsentrasi tinggi, sedangkan pada konsentrasi rendah menyebabkan sakit kepala dan menaikkan detak jantung.

SYARAT – SYARAT AROMATIK
·        Berbentuk siklis
·        mengandung awan elektron p yang terdelokalisasi di bawah dan di atas bidang molekul
·        ikatan rangkap berseling dengan ikatan tunggal
·         mempunyai total elektron p sejumlah 4n+2, dimana n harus bilangan bulisal: bila jumlah elektron p suatu cincin siklik = 12, maka n=2,5 maka bukan senyawa aromatis.

4 komentar:

  1. Permasalahan nya :
    Salah satu kegunaan dari fenol adalah sebagai antiseptik yang baik, bagaimana hal itu dapat terjadi? sedangkan salah satu sifat fenol jika terkena akan lumpuh dan rusak dan fenol juga beracun? Tolong jelaskan .

    BalasHapus
  2. ya saudari poppi saya akan mencoba menjawab permasalahan anda.Sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu antiseptik, antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup.Dalam kehidupan sehari-hari, fenol dikenal sebagai karbol atau lisol yang berfungsi sebagai desinfektan atau dapat membunuh mikroorganisme fatogen pada benda mati.Fenol digunakan sebagai antiseptik karena dapat membunuh bakteri.Fenol merupakan salah satu antiseptikum tertua dengan khasiat bakterisid dan fungisid, juga terdapat basil dan spura, walaupun memerlukan waktu yang lebih lama.Mekanisme kerjanya berdasarkan denaturasi protein sel bakteri.karena sifat mendenaturasi juga berlaku untuk jaringan utuh manusia.Fenol juga berdaya korosit (membakar) terhadap kulit dan sangat merangsang sehingga jarang digunakan sebagai antiseptikum kulit, berdasarkan sifat anestetik adakalanya senyawa ini digunakan dalam lotion antigatal.

    TERIMAKASIH

    BalasHapus
  3. Baiklah saudari poppi saya akan mencoba menjawab permasalahan anda,
    Antiseptik ialah obat yang dapat meniadakan atau mencegah keadaan sepsis.Antiseptik ialah zat yang digunakan untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan mikrooranisme, biasanya merupakan sediaan yang digunakan pada jaringan hidup.

    Ciri suatu antiseptik yang baik adalah stabilitas perubahan yang terjadi pada substansi bila dibiarkan beberapa hari harus seminimal mungkin dan tidak boleh menghilangkan sifat anti mikrobialnya secara nyata.

    Fenol dimasukan kedalam senyawa rubefaksi,merupakan kelompok senyawa kimia iritansia yang mempunyai daya kerja lemah.Fenol merupakan zat pembaku daya antiseptik obat lain sehingga daya antiseptik dinyatakan dengan koefisien fenol. Obat ini bukan antiseptik yang kuat. Banyak obat lain yang mempunyai daya antiseptik lebih kuat.
    Dalam kadar0,01-1%, fenol bersifat bakteriostatik. Larutan 1,6% bersifat bakterisid, yang dapat mengadakan koagulasi protein. Ikatan fenol denga protein mudah lepas.

    TERIMA KASIH....

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum Wr Wb
    Saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari Poppi., menurut saya Itu dikarenakan Ciri suatu antiseptik yang baik adalah stabilitas perubahan yang terjadi pada substansi bila dibiarkan beberapa hari harus seminimal mungkin dan tidak boleh menghilangkan sifat anti mikrobialnya secara nyata.
    Dalam kadar0,01-1%, fenol bersifat bakteriostatik. Larutan 1,6% bersifat bakterisid, yang dapat mengadakan koagulasi protein. Ikatan fenol denga protein mudah lepas.

    TERIMA KASIH...

    BalasHapus