Senin, 04 November 2013

UJIAN MID

UJIAN MID SEMESTER
Nama                   : Poppi safitri  (RRA1C112004)
Matakuliah           :  Kimia Organik I
SKS                      : 3 SKS
Waktu                  : 07.30 (4Nop.) sd  07.30(5 Nop.)
Pengampu             : Dr. Syamsurizal


Soal
1.      Pikirkan salah satu senyawa alkana yang anda kenal baik., temukan dua atau tiga isomer dari senyawa tersebut kemudian cari data-data fisik  dan kimia seperti titik didih, tingkat kepolaran(moment dipol) dan entalfi pembakarannya.
a.       Bandingkan data-data fisik isomer yang satu dengan yang lain, jelaskan secara saintifik mengapa dan cari faktor penyebanya perbedaan data-data tersebut.
b.      Bagaimana kestabilannya bila temperatur dari isomer yang dibandingkan pada suhu 0oC.
Jawaban :
Isomer dari butana C4H10  dan heksana C6H14
·         n-butana
            H3C – CH2 – CH2 – CH3
·         2-metil-pentana
H3C – CH – CH2 – CH3
                          
            CH3
Sifat fisik
Beberapa sifat fisis alkana terutama wujudnya dapat dilihat Dari data, alkana dengan jumlah atom C: a) C1–C4  berwujud gas;b) C5 – C17 berwujud cair; dan c) alkana dengan jumlah atom C>17 berwujud padat.
Description: http://daddysunsek.com/wp-content/uploads/2013/02/Sifat-Alkana.jpg

Dari tabel di atas, untuk alkana rantai lurus atau n-alkana yang mengandung C1 hingga C4 berwujud gas, C5 hingga C17 bersifat cair dan mulai C18 berwujud padat atau solid. Semakin banyak atom C maka nilai Mr semakin besar. Semakin besar nilai Mr maka titik didih n-alkana semakin bertambah besar pula.
Bagaimana sifat alkana rantai lurus dengan alkana bercabang?
·         H3C – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 – CH3  Titik didih nya 36 0C
·         H3C – CH – CH2 – CH3
                          
  CH3                                         Titik didih nya 27,9 0C
Ternyata titik didih alkana yang bercabang lebih rendah dari rantai lurus.
Sifat Kimia
Nama parafin yang diberikan kepada senyawa alkana seperti yang telah disebutkan di atas menunjukkan bahwa sifat kimia senyawa alkana pada umumnya kurang reaktif (sukar bereaksi) dengan zat lain. Alkana dapat terbakar (bereaksi dengan oksigen) setelah mencapai titik bakarnya disertai dengan pelepasan kalor tinggi.

A.    Dapat kita simpulkan dari sifat fisik dan kimia yaitu:
Beda bentuk rantai atom C-nya
beda posisi gugus fungsi
beda gugus fungsi . jadi, penamaan isomer, berdasarkan perbedaannya. Sehingga,
yang menyebabkan perbedaan beberapa sifat (seperti titik didih dan titik leleh) pada senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul maupun rumus strukturnya sama adalah kedudukan ruangnya yang berbeda.
memiliki atom C yang asimetris= memiliki isomer.  Optis = memutar bidang cahaya yang terpolarisasi.
B.     n-butana lebih tinggi titik didih nya dari pada 2-metil-propana apabila dibandingkan dengan suhu 0 0C maka n-butana lebih stabil karena titik didih nya lebih tinggi dari suhu 00C tersebut.

Soal
2.     Bila suatu senyawa alkena yang berisomer cis dan trans dibakar, tentukan isomer jenis apa yang memiliki entalpi pembakaran lebih besar, jelaskan alasannya.
Jawaban :
            Menurut pendapat saya Isomer cis akan memiliki entalpi pembakaran yang lebih besar dibandingkan isomer trans karena isomer cis alkena memiliki titik didih lebih tinggi dari pada trans itu di karenakan tarikan cincin. Dan itu yang menyebabkannya kurang stabil dibandingkan isomer transt.



Soal
3.      Pikirkan bagaimana idenya suatu etana dapat berubah menjadi etena selanjutnya dapat diubah menjadi etuna. Jelaskan perbedaan sifat kimia yang paling mencolok diantara ketiga hidrokarbon tersebut.
Jawaban :
Sifat Kimia alkana (etena)
  1. Reaksi-reaksi alkana Alkana tergolong zat yang sukar bereaksi, sehingga disebut parafin atau yang artinya afinitas kecil. Reaksi terpenting dari alkana adalah pembakaran, substitusi, dan perengkahan (cracking).
  • Pembakaran Pembakaran sempurna alkana menghasilkan CO2 dan H2O. Pembakaran tak sempurna alkana menghasilkan CO dan H2O.
  • Substitusi atau pergantian Atom hidrogen dari alkana daapt digantikan oleh atom lain, khususnya halogen. Penggantian atom hidrogen oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi. Salah satu reaksi substitusi terpenting dari alkana adalah halogenasi, yaitu penggantian atom hidrogena alkana dengan atom halogen, khususnya klorin. Klorinasi (penggantian atom hidrogen dengan atom klorin) dapat terjadi jika alkana direaksikan dengan klorin.
  • Perengkahan atau Cracking Perengkahan adalah pemutusan rantai atom karbon menjadi potongan-potongan yang lebih pendek. Perengkahan dapat terjadi bila alkana dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen. Perengkahan alkana menghasilkan alkena, sehinnga reaksi ini digunakan untuk membuat alkena. Perengkahan juga dapat digunakan untuk membuat gas hidrogen dari alkana.

Sifat kimia Alkena
Alkena tergolong reaktif, karena ikatan rangkap C=C kurang stabil, mudah membentuk ikatan tunggal C-C. Jenis reaksi yang terkenal pada alkena adalah adisi, yaitu reaksi penambahan atom/gugus atom yang akan menumbuk atom-atom C yang reaktif, yaitu C=C dan bergabung dengan kedua atom C tersebut, sehingga ikatan rangkap terbuka dan berubah menjadi ikatan tunggal C-C. Sehingga C=C ini dapat dikatakan sebagai gugus fungsi alkena, karena C=C inilah yang menentukan sifat alkena.
Hidrogenasi.
Reaksi adisi alkena dengan hidrogen sering dikenal sebagai hidrogenasi. Ketika propena direaksikan dengan hidrogen, terbentuklah propana.
CH2=CH-CH3 + H2 → CH3CH2CH3


Sifat Kimia Alkuna
Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi, polimerisasi, substitusi dan pembakaran. Dan alkuna lebih reaktif



Tidak ada komentar:

Posting Komentar