SENYAWA
AROMATIK
Benzena merupakan suatu anggota dari kelompok besar senyawa
aromatik, yakni senyawa yang cukup distabilkan oleh delokalisasi elektron-pi.
Energi resonansi suatu senyawa aromatik merupakan uluran diperolehnya
kestabilan.
Cara paling mudah untuk menentukan apakah suatu senyawa itu
aromatik ialah dengan menentukan posisi absorpsi dalam mspektrum nomor oleh
proton yang terikat pada atom-atom cincin. Proton yang terikat ke arah luar
cincin aromatik sangat kuat terperisai dan menyerap jauh ke bawah-medan
dibandingkan kebanyakan proton, biasanya lebih dari 7 ppm.
SENYAWA
AROMATIS DAN STRUKTURNYA
Yang
termasuk senyawa aromatis adalah
· Senyawa benzena
· Senyawa kimia dengan sifat
kimia seperti benzena
BENZENA
Benzena dan Turunannya Senyawa benzena pertama kali
disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825, dari gas yang dipakai sebagai
bahan bakar lampu penerang.Sepuluh tahun kemudian diketahui bahwa benzena
memiliki rumus molekul C6H6 sehingga disimpulkan bahwa benzena memiliki
ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena.
Dari residu berminyak yang tertimbun dalam pipa induk gas di
London. Saat ini sumber utama benzena, benzena tersubtitusi dan senyawa
aromatic adalah petroleum : sebelumnya dari ter batubara hamper 90% senyawa
aktif bahan obat adalah senyawa aromatik : rumus struktur mempunyai inti
benzena.
a.
Struktur Benzena
Ikatan rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap
pada alkena. Ikatan rangkap pada alkena dapat mengalami reaksi adisi,
sedangkan ikatan rangkap pada benzena tidak dapat diadisi, tetapi benzena dapat
bereaksi secara substitusi. Contoh:
Reaksi
adisi
: C2H4 + Cl2 --> C2H4Cl2
Reaksi substitusi
: C6H6 + Cl2 --> C6H5Cl
+ HCl
Menurut Friedrich August Kekule, keenam atom karbon pada
benzena tersusun secara siklik membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan
masing-masing 120°. Ikatan antaratom karbon adalah ikatan rangkap dua dan
tunggal bergantian (terkonjugasi).
Analisis sinar-X terhadap struktur benzena menunjukkan
bahwa panjang ikatan antaratom karbon dalam benzena sama, yaitu 0,139 nm.
Adapun panjang ikatan rangkap dua C=C adalah 0,134 nm dan panjang ikatan
tunggal C–C adalah 0,154 nm. Jadi, ikatan karbon-karbon pada molekul benzena
berada di antara ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal. Hal ini menggugurkan
struktur dari Kekule.
SIFAT FISIK SENYAWA AROMATIK:
•
Berupa cairan
•
Titik didih 80⁰C
•
Tak berwarna
•
Tak larut dalam air
•
Larut dalam kebanyakan pelarut
organik
•
Mudah terbakar dengan nyala yang
berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi).
SIFAT KIMIA SENYAWA AROMATIK :
- Bersifat bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut, hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
- Merupakan senyawa nonpolar
- Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
- Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi.
Titik
didih dan leleh lihat tabel berikut:
|
No.
|
Nama
|
Titik
Leleh
|
Titik
Didih
|
|
1
|
BENZENA
|
5,5
|
80
|
|
2
|
TOLUENA
|
-
95
|
111
|
|
3
|
o-XILENA
|
-
25
|
144
|
|
4
|
m-XILENA
|
-
48
|
139
|
|
5
|
p-XILENA
|
13
|
138
|
KEGUNAAN DAN DAMPAK BENZENA DALAM
KEHIDUPAN
a. Kegunaan
· Benzena digunakan sebagai pelarut.
· Benzena juga digunakan sebagai prekursor dalam pembuatan
obat, plastik, karet buatan dan pewarna.
· Benzena digunakan
untuk menaikkan angka oktana bensin.
· Benzena digunakan sebagai pelarut untuk berbagai jenis zat.
Selain itu benzena juga digunakan sebagai bahan dasar membuat stirena (bahan
membuat sejenis karet sintetis) dan nilon–66.
· Asam Salisilat
Asam salisilat adalah nama lazim
dari asam o–hidroksibenzoat. Ester dari asam salisilat dengan asam asetat
digunakan sebagai obat dengan nama aspirin atau asetosal.
· Asam Benzoat
Asam benzoat digunakan sebagai
pengawet pada berbagai makanan olahan.
· Anilina
Anilina merupakan bahan dasar untuk
pembuatan zat-zat warna diazo. Reaksi anilina dengan asam nitrit akan
menghasilkan garam diazonium, dan proses ini disebut diazotisasi.
· Toluena
Kegunaan toluena yang penting adalah
sebagai pelarut dan sebagai bahan baku pembuatan zat peledak trinitrotoluena
(TNT)
· StirenaJika stirena mengalami
polimerisasi akan terbentuk polistirena, suatu jenis plastik yang banyak
digunakan untuk membuat insulator listrik, bonekaboneka, sol sepatu, serta
piring dan cangkir.
· Benzaldehida
Benzaldehida digunakan sebagai zat
pengawet serta sebagai bahan baku pembuatan parfum karena memiliki bau yang
sedap.
· Natrium Benzoat
Seperti asam benzoat, natrium
benzoat juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan dalam kaleng.
· Fenol
Fenol (fenil alkohol) dalam
kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan nama karbol atau lisol, dan
dipergunakan sebagai zat disinfektan (pembunuh bakteri) karena dapat
menyebabkan denaturasi protein.
b. Dampak nya :
1. Benzena sangat beracun dan
menyebabkan kanker (karsinogenik).
2. Benzena dapat menyebabkan kematian jika
terhirup pada konsentrasi tinggi, sedangkan pada konsentrasi rendah menyebabkan
sakit kepala dan menaikkan detak jantung.
SYARAT
– SYARAT AROMATIK
· Berbentuk siklis
· mengandung awan elektron p yang
terdelokalisasi di bawah dan di atas bidang molekul
· ikatan rangkap berseling dengan
ikatan tunggal
· mempunyai total elektron p sejumlah 4n+2,
dimana n harus bilangan bulisal: bila jumlah elektron p suatu cincin siklik =
12, maka n=2,5 maka bukan senyawa aromatis.
