Ujian Akhir Semester
Kimia Organik I
Dosen: Dr Syamsurizal, M.Si
Kimia Organik I
Dosen: Dr Syamsurizal, M.Si
Disusun oleh : poppi safitri
(RRA1C112004)
Soal
1. Jelaskan dengan dilengkapi data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik lebih mudah disubstitusi dari pada diadisi. Berikan sekurang-kurangnya tiga contoh. Mengapa demikian.
1. Jelaskan dengan dilengkapi data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik lebih mudah disubstitusi dari pada diadisi. Berikan sekurang-kurangnya tiga contoh. Mengapa demikian.
Jawaban :
SIFAT FISIK SENYAWA AROMATIK:
· Berupa cairan
· Titik didih 80⁰C
· Tak berwarna
· Tak larut dalam air
· Larut dalam kebanyakan pelarut organik
· Mudah terbakar dengan nyala yang
berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi).
SIFAT KIMIA SENYAWA AROMATIK :
·
Bersifat
bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut,
hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
·
Merupakan
senyawa nonpolar
·
Tidak
begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
·
Lebih
mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi.
Benzena
merupakan senyawa tak jenuh (memiliki ikatan rangkap) yang lebih mudah
mengalami reaksi substitusi daripada reaksi adisi. Hal ini terjadi karena
adanya resonansi yang menyebabkan elektron pada senyawa benzena selalu
berpindah-pindah.
Ikatan rangkap merupakan kumpulan elektron. Jika suatu pereaksi, seperti bromin atau asam halida direaksikan dengan benzena, kumpulan elektron pada ikatan rangkap benzena akan terdelokalisasi ke ikatan tunggal sehingga ikatan tunggal tersebut berubah menjadi ikatan rangkap. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga menyulitkan terjadinya reaksi adisi.
Ikatan rangkap merupakan kumpulan elektron. Jika suatu pereaksi, seperti bromin atau asam halida direaksikan dengan benzena, kumpulan elektron pada ikatan rangkap benzena akan terdelokalisasi ke ikatan tunggal sehingga ikatan tunggal tersebut berubah menjadi ikatan rangkap. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga menyulitkan terjadinya reaksi adisi.
Soal
2. Jelaskan dan buktikan dengan
data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik berpotensi sebagai bahan
bakar, bandingkan datanya dengan bahan bakar komersil.
Jawaban :
SIFAT FISIK SENYAWA AROMATIK:
· Berupa cairan
· Titik didih 80⁰C
· Tak berwarna
· Tak larut dalam air
· Larut dalam kebanyakan pelarut organik
· Mudah terbakar dengan nyala yang
berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi).
SIFAT KIMIA SENYAWA AROMATIK :
·
Bersifat
bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut,
hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
·
Merupakan
senyawa nonpolar
·
Tidak
begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
·
Lebih
mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi.
Dari
sisi sifat fisika atau properties bahan baku Pertamax dan Pertamax Plus
memiliki stabilitas oksidasi yang lebih tinggi dari destilasi atau titik didih
yang lebih rendah. Kemudian kandungan olefin, aromatik dan benzenernya telah
dibatasi. Hasilnya, bahan baku Pertamax pembakarannya lebih sempurna. Dan untuk
memenuhi kebutuhan dan perkembangan teknologi otomotif, angka oktanpun
disesuaikan, Pertamax memiliki oktan RON (Research Octane Number) 92 dan
Pertamax Plus memiliki oktan RON 95.
Soal
3 Anda
telah memahami mengapa fenol lebih asam dari pada alkohol. Bandingkan pH fenol
dengan asam asetat, selanjutnya bagaimana caranya membuat fenol lebih
bersifat asam dari pada asam asetat(pH fenol lebih kecil dari pada pH asam
asetat). Berikan contohnya.
Jawaban
:
Karena Fenol
merupakan asam yang lebih kuat dari pada alkohol atau air.Fenol dengan pKa=10
dengan kekuatan asam kira-kira ditengah antara etanol dan asam asetat. Ion
fenoksida merupakan basa yang lebih lemah dibandingkan OH, oleh karena
itu,fenoksida dapat diolah dengan seuatu fenol dan NaOH dalam air.reaktifitas
ini sangat berbeda dengan reaktifitas alkohol. Fenol bersifat lebih asam
dibandingkan alkohol karena anion yang dihasilkan oleh resonansi,dengan muatan
negatifnya disebar (delokalisasi) oleh cincin aromatik.
PH
fenol lebih kecil dari pada Ph asam asetat, Karena itu fenol lebih asam
dibanding alkohol, maka untuk membuat fenol lebih asam dari pada asam asetat ,
caranya fenol diubah menjadi natrium fenoksida dengan memakai NaOH (logam Na
dipakai untuk mengubah alkohol menjadi
ion alkoksida).
Soal
4
Eter
secara umum lebih non polar dari pada alkohol. Temukan sekurang-kurangnya
tiga contoh eter yang lebih polar dari pada alkohol, kemukakan alasannya satu
persatu.
Jawaban
:
hal
itu dikarenakan gugus fungsi yang diikat oleh masing-masing hidrokarbon
tersebut, contoh nya
·
eter memiliki gugugs fungsi R-O-R,
alkena C=C, alkohol R-OH.
Polaritas ikatan ditentukan oleh elektronegativitas atom-atom
yang terlibat. karbon dan hidrogen
memiliki elektronegativitas yang mirip, sehingga ikatan C-H relatif
nonpolar. (H =2,1 C= 2,5)
Unsur-unsur yang berada pada bagian kanan dalam tabel
periodik, seperti oksigen, fluorin, dan klorin memiliki kemampuan
menarik elektron (elektronegativitas) lebih besar dibandingkan dengan
karbon. Dengan demikian, ketika atom karbon berikatan dengan salah
satu dari atom tersebut maka terbentuk ikatan yang terpolarisasi.Elektron akan cenderung tertarik ke atom yang lebih elektronegatif. Unsur-unsur yang berada pada bagian kiri dalam tabel periodik
bersifat kurang elektronegatif dibandingkan karbon. Dengan
demikian, ketika karbon berikatan dengan mereka, elektron akan
cenderung tertarik ke karbon dan mengakibatkan atom karbon
bermuatan parsial negatif.
Polaritas ikatan ditentukan oleh elektronegativitas atom-atom
yang terlibat. karbon dan hidrogen
memiliki elektronegativitas yang mirip, sehingga ikatan C-H relatif
nonpolar. (H =2,1 C= 2,5)
Unsur-unsur yang berada pada bagian kanan dalam tabel
periodik, seperti oksigen, fluorin, dan klorin memiliki kemampuan
menarik elektron (elektronegativitas) lebih besar dibandingkan dengan
karbon. Dengan demikian, ketika atom karbon berikatan dengan salah
satu dari atom tersebut maka terbentuk ikatan yang terpolarisasi.Elektron akan cenderung tertarik ke atom yang lebih elektronegatif. Unsur-unsur yang berada pada bagian kiri dalam tabel periodik
bersifat kurang elektronegatif dibandingkan karbon. Dengan
demikian, ketika karbon berikatan dengan mereka, elektron akan
cenderung tertarik ke karbon dan mengakibatkan atom karbon
bermuatan parsial negatif.
·
Dietil eter,
yang juga dikenal sebagai eter
dan etoksi etana, adalah cairan
mudah terbakar yang jernih, tak berwarna, dan bertitik didih rendah serta berbau khas.
Anggota paling umum dari kelompok campuran kimiawi yang secara umum dikenal
sebagai eter ini merupakan sebuah isomernya butanol.
Berformula CH3-CH2-O-CH2-CH3,
dietil eter digunakan sebagai pelarut biasa dan telah
digunakan sebagai anestesi umum.
·
MTBE (Metil Tertier Burtir Eter)
senyawa eter ini untuk menaikan angka oktan bensin penggantikan kedudukan
TEL/TML, sehingga di hasilkan bensin yang ramah yang ramah lingkungan, sebab
tidak menghasilkan debu timbal(pb2+) seperti bila di gunakan TEL/TML.
Menaikan angka oktan pada bensin adalah satu upaya untuk meningkatan
kualitas bensin sendiri didefinisikan sebagai persentase isooktana dalam bahan
bakar rujukan yang memberiakan intensitas ketuan yang sama pada mesin uji.