Kamis, 02 Januari 2014

ujian akhir semester


Ujian Akhir Semester

Kimia Organik I

Dosen: Dr Syamsurizal, M.Si
Disusun oleh : poppi safitri (RRA1C112004)
          Soal 
1.    Jelaskan dengan dilengkapi data-data fisik dan  kimia bahwa senyawa aromatik lebih mudah disubstitusi dari pada diadisi. Berikan sekurang-kurangnya tiga contoh. Mengapa demikian.
Jawaban :
SIFAT FISIK SENYAWA AROMATIK:
·      Berupa cairan
·       Titik didih 80C
·      Tak berwarna
·         Tak larut dalam air
·        Larut dalam kebanyakan pelarut organik
·      Mudah terbakar dengan nyala yang berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi).

SIFAT KIMIA SENYAWA AROMATIK :
·         Bersifat bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut, hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
·         Merupakan senyawa nonpolar
·         Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
·         Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi.

Benzena merupakan senyawa tak jenuh (memiliki ikatan rangkap) yang lebih mudah mengalami reaksi substitusi daripada reaksi adisi. Hal ini terjadi karena adanya resonansi yang menyebabkan elektron pada senyawa benzena selalu berpindah-pindah.
Ikatan rangkap merupakan kumpulan elektron. Jika suatu pereaksi, seperti bromin atau asam halida direaksikan dengan benzena, kumpulan elektron pada ikatan rangkap benzena akan terdelokalisasi ke ikatan tunggal sehingga ikatan tunggal tersebut berubah menjadi ikatan rangkap. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga menyulitkan terjadinya reaksi adisi.
            Soal
2. Jelaskan dan buktikan dengan data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik berpotensi sebagai bahan bakar, bandingkan datanya dengan bahan bakar komersil.

Jawaban :
SIFAT FISIK SENYAWA AROMATIK:
·      Berupa cairan
·       Titik didih 80C
·      Tak berwarna
·         Tak larut dalam air
·        Larut dalam kebanyakan pelarut organik
·      Mudah terbakar dengan nyala yang berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi).

SIFAT KIMIA SENYAWA AROMATIK :
·         Bersifat bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut, hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
·         Merupakan senyawa nonpolar
·         Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
·         Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi.

Dari sisi sifat fisika atau properties bahan baku Pertamax dan Pertamax Plus memiliki stabilitas oksidasi yang lebih tinggi dari destilasi atau titik didih yang lebih rendah. Kemudian kandungan olefin, aromatik dan benzenernya telah dibatasi. Hasilnya, bahan baku Pertamax pembakarannya lebih sempurna. Dan untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan teknologi otomotif, angka oktanpun disesuaikan, Pertamax memiliki oktan RON (Research Octane Number) 92 dan Pertamax Plus memiliki oktan RON 95.

Soal
3  Anda telah memahami mengapa fenol lebih asam dari pada alkohol. Bandingkan pH fenol dengan asam asetat, selanjutnya bagaimana caranya membuat  fenol lebih bersifat asam dari pada asam asetat(pH fenol lebih kecil dari pada pH asam asetat). Berikan contohnya.
Jawaban :
Karena Fenol merupakan asam yang lebih kuat dari pada alkohol atau air.Fenol dengan pKa=10 dengan kekuatan asam kira-kira ditengah antara etanol dan asam asetat. Ion fenoksida merupakan basa yang lebih lemah dibandingkan OH, oleh karena itu,fenoksida dapat diolah dengan seuatu fenol dan NaOH dalam air.reaktifitas ini sangat berbeda dengan reaktifitas alkohol. Fenol bersifat lebih asam dibandingkan alkohol karena anion yang dihasilkan oleh resonansi,dengan muatan negatifnya disebar (delokalisasi) oleh cincin aromatik.
PH fenol lebih kecil dari pada Ph asam asetat, Karena itu fenol lebih asam dibanding alkohol, maka untuk membuat fenol lebih asam dari pada asam asetat , caranya fenol diubah menjadi natrium fenoksida dengan memakai NaOH (logam Na dipakai  untuk mengubah alkohol menjadi ion alkoksida).

Soal
  Eter secara umum lebih non polar dari pada alkohol. Temukan sekurang-kurangnya  tiga contoh eter yang lebih polar dari pada alkohol, kemukakan alasannya satu persatu.
Jawaban :
hal itu dikarenakan gugus fungsi yang diikat oleh masing-masing hidrokarbon tersebut, contoh nya
·         eter memiliki gugugs fungsi R-O-R, alkena C=C, alkohol R-OH.
Polaritas ikatan ditentukan oleh elektronegativitas atom-atom
yang terlibat. karbon dan hidrogen
memiliki elektronegativitas yang mirip, sehingga ikatan C-H relatif
nonpolar. (H =2,1 C= 2,5)
Unsur-unsur yang berada pada bagian kanan dalam tabel
periodik, seperti oksigen, fluorin, dan klorin memiliki kemampuan
menarik elektron (elektronegativitas) lebih besar dibandingkan dengan
karbon. Dengan demikian, ketika atom karbon berikatan dengan salah
satu dari atom tersebut maka terbentuk ikatan yang terpolarisasi.Elektron akan cenderung tertarik ke atom yang lebih elektronegatif. Unsur-unsur yang berada pada bagian kiri dalam tabel periodik
bersifat kurang elektronegatif dibandingkan karbon. Dengan
demikian, ketika karbon berikatan dengan mereka, elektron akan
cenderung tertarik ke karbon dan mengakibatkan atom karbon
bermuatan parsial negatif.
·         Dietil eter, yang juga dikenal sebagai eter dan etoksi etana, adalah cairan mudah terbakar yang jernih, tak berwarna, dan bertitik didih rendah serta berbau khas. Anggota paling umum dari kelompok campuran kimiawi yang secara umum dikenal sebagai eter ini merupakan sebuah isomernya butanol. Berformula CH3-CH2-O-CH2-CH3, dietil eter digunakan sebagai pelarut biasa dan telah digunakan sebagai anestesi umum.
·         MTBE (Metil Tertier Burtir Eter) senyawa eter ini untuk menaikan angka oktan bensin penggantikan kedudukan TEL/TML, sehingga di hasilkan bensin yang ramah yang ramah lingkungan, sebab tidak menghasilkan debu timbal(pb2+) seperti bila di gunakan TEL/TML.  Menaikan angka oktan pada bensin adalah satu upaya untuk meningkatan kualitas bensin sendiri didefinisikan sebagai persentase isooktana dalam bahan bakar rujukan yang memberiakan intensitas ketuan yang sama pada mesin uji.